Pelayanan Kesehatan Jepara Akan Dievaluasi

DPRD Jepara berencana akan memanggil pengelola rumah sakit, Puskesmas ataupun dinas terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan yang ada di Jepara. Pasalnya, pelayanan kesehatan di Jepara selama ini dinilai di bawah standar. ”Terlebih terdapat banyak kasus yang bermuara dari pelayanan yang tidak maksimal tersebut.

Seperti penerapan BPJS, hingga pelayanan pasien yang tidak mampu tapi belum memiliki BPJS dan sejenisnya,” terang Wakil Ketua DPRD Jepara, Aris Isnandar, Selasa (28/4). Menurutnya, kasus penahanan jenazah bayi dari pasangan Suryo dan Ratna asal Desa Jambu ataupun kasus lainnya hanyalah masalah di permukaan saja.

Pemanggilan beberapa pihak tersebut ditujukan agar akar masalah bisa ditemukan. Forum tersebut sekaligus menjadi wadah evaluasi. ”Sebab kami sendiri sadar, jika pelayanan kesehatan di Jepara masih di bawah standar.

Hal ini berdasarkan banyaknya keluhan warga ataupun temuan di lapangan,” tandasnya. Dia melanjutkan, salah satu indikator pelayanan yang masih di bawah standar tersebut adalah tak imbangnya jumlah ruang rawat inap dengan rasio warga Jepara yang sakit.

Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah rawat inap, baik di rumah sakit maupun di puskesmas di Kabupaten Jepara masih sangat sedikit.

Total hanya ada 801 tempat tidur untuk rawat inap. Padahal, jumlah penduduk di Kota Ukir mencapai 1,1 juta lebih. ”Padahal, rasio idealnya untuk seribu penduduk, disediakan setiap satu tempat tidur, sehingga untuk Jepara, minimal ada 1,1 ribu tempat tidur untuk rawat inap,” ujarnya.

Tak Maksimal

Dia menjelaskan, dengan ruang rawat inap dan tempat tidur pasien yang kurang, tentu pelayanan kesehatan menjadi tak maksimal. Sebab fasilitas tersebut merupakan hal yang vital. ”Sebab orang yang dirawat di ruang rawat inap jelas mengidap penyakit yang cukup parah.

Tidak seperti hanya sekadar berobat. Selain soal ini, tentu nanti akan banyak masalah yang dibahas,” tuturnya. Pelayanan kesehatan yang masih di bawah standar ini, lanjut Aris, berakibat banyak warga Jepara yang memilih dirawat di rumah sakit di luar Jepara. Seperti ke rumah sakit di Kudus, bahkan langsung ke Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Dwi Susilowati menerangkan, sebenarnya, kualitas fasilitas kesehatan di Jepara sudah baik, baik puskesmas maupun rumah sakit. ”Bahkan untuk beberapa hal, kita malah lebih lengkap dibanding daerah lain sekitar Jepara,” ujarnya.

Source : Jepara Hari Ini

Downloadhttp://bigtheme.net/joomla Joomla Templates