"Adon Adon Coro" Minuman Khas Jepara

Jika anda ke kota Jepara, kemudian menuju ke sebelah utara alun-alun Jepara, anda akan menemukan SCJ (Shopping Center Jepara), disana anda akan menemukan tenda-tenda yang memang telah disediakan untuk tempat wisata #KulinerJepara. Anda akan menemukan gerobak-gerobak yang bertuliskan adon-adon coro dan Anda bisa membelinya dengan harga sangat terjangkau.

Bahan dari minuman tradisional ini diantaranya adalah jahe, gula merah, santan, air secukupnya, dan jamu atau rempah-rempah seperti pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkeh, dan ini alasan mengapa adon-adon coro ini memiliki banyak khasiat. Rasanya tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis, teksturnya agak kental sehingga mengenyangkan.

Adon-adon coro ini sangat cocok diminum ketika cuaca dingin atau sedang hujan, karena dapat menghangatkan tubuh, apalagi ditambah dengan gorengan, akan menambah kenikmatan si adon-adon coro ini.

Atau bisa juga ditambah dengan pepes jamur yang juga tersedia di sana. Jadi ketika anda yang sedang berada di Jepara, habis hujan-hujan, kedinginan, dan perut keroncongan, langsung saja menuju ke sebelah utara alun-alun dan memesan adon-adon coro.

Source : Jepara Hari Ini

Pelayanan Kesehatan Jepara Akan Dievaluasi

DPRD Jepara berencana akan memanggil pengelola rumah sakit, Puskesmas ataupun dinas terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan yang ada di Jepara. Pasalnya, pelayanan kesehatan di Jepara selama ini dinilai di bawah standar. ”Terlebih terdapat banyak kasus yang bermuara dari pelayanan yang tidak maksimal tersebut.

Seperti penerapan BPJS, hingga pelayanan pasien yang tidak mampu tapi belum memiliki BPJS dan sejenisnya,” terang Wakil Ketua DPRD Jepara, Aris Isnandar, Selasa (28/4). Menurutnya, kasus penahanan jenazah bayi dari pasangan Suryo dan Ratna asal Desa Jambu ataupun kasus lainnya hanyalah masalah di permukaan saja.

Dian Sastro Akan Memerankan Kartini?

Bertempat di  XXI Jakarta teater , Rabu sore 22 April, Hanung Bramantya bersama Robet Rony dari Legacy Picture, telah melakukan  press gathering terkait dengan rencana pembuatan film RA Kartini yang akan mulai shooting November tahun ini .

Jumpa pers tersebut juga di hadiri oleh kabag humas setda Jepara Hadi Priyanto yang bertindak sebagai juru bicara keluarga , kameramen Faozan Risal dan penulis cerita Dermawan Hatta.

Dalam penjelasanya,  Hanung menyatakan keinginan membuat film Kartini sudah terpendam lama .

” Kartini adalah representasi persoalan tentang bangsa Indonesia. Karenanya film ini diharapkan mampu menginspisasi generasi muda untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik,” ujar Hanung pada Rabu (22/4) .

Ia memang merencanakan membidik segmen penonton muda. Karena itu setelah melakukan survey kecil ia berencana menggaet aktris cantik Dian Sastro Wardoyo untuk memerakan tokoh Kartini. Film ini diharapkan akan selesai di garap April 2016 .

Sementara Hadi Priyanto menjelaskan sikap keluarga Kartini terkait dengan rencana pembuatan film ini keluarga tidak keberatan dibuatnya film ini.

” Sebab Kartini bukan hanya milik keluarga. Keluarga berharap film ini nantinya dapat menjadi media untuk membangun karakter bangsa, ujar Hadi yang juga ikut menanda tangani pernyaaan keluarga.

Source : Jepara Hari Ini

Film RA Kartini Tidak Akan Ambil Scene di Jepara

Hanung Bramantyo tampaknya tak mau lagi mengulangi kesalahan saat membuat film Soekarno yang penuh kontroversi. Sehingga membuat dirinya berkonflik dengan Rachmawati Soekarnoputri pada 2013.
Hal itulah yang kemudian membuat Hanung lebih jaga-jaga lagi saat membuat film biopik RA Kartini. Suami Zaskia Adya Mecca itu meminta izin keluarga keturunan langsung Kartini.

“Keluarga sudah memberi surat, sudah perjanjian hitam di atas putih. Kami juga berikan insentif. Kalau film meledak kita akan berikan sumbangsih untuk yayasan. Upaya ini yang saya buat untuk mengecilkan risiko seperti kasus-kasus sebelumnya,” ujar Hanung saat ditemui di Djakarta Theatre, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2015).

Hanung menjelaskan proses syuting film Kartini ini masih akan dilakukan pada akhir Desember 2015. Baru akan diputar di bioskop April 2016, saat ini masih proses riset pencarian sumber-sumber terkait film.

“Ya pasti akhir Desember mulai syuting, saya masih sibuk dengan projek-projek. Makanya sekarang pendalaman karakter dahulu,” ujar Sutradara film Sang Pencerah itu.

Lokasi syutingnya juga tak dilakukan di Jepara. Menurut Hanung jika harus dilakukan di Jepara sulit untuk membawa logistik karena jauhnya jangkauan. Kemungkinan besar akan tetap dilakukan di Jawa Tengah bisa juga di Yogyakarta dan bisa dibuat tim untuk menset tempatnya.

“Rumahnya sih udah ada di Jepara. Rumah bisa kita poles dan kita rombak sedikit kalau keluarga mengizinkan. Tapi ke sana (Jepara) aksesnya agak sulit. Mungkin kita bisa pakai Jogja yang memungkinkan,” kata Hanung.

Source : Jepara Hari Ini

Downloadhttp://bigtheme.net/joomla Joomla Templates